Friday, February 10, 2012

Being HAPPY is an Option

Mungkin kalau anda mengenal saya, pasti akan merasa kalau saya satu manusia yang bahagia. Coba lihat saja bentuk garis muka yg chubby dan senyum yang terlalu sering mengembang di wajah saya. Bahkan pernah salah seorang kawan saya membuat pernyataan, "kamu mana pernah punya masalah? kan kamu selalu haha hihi." Tampak nya anggapan ini disetujui oleh sejumlah besar orang yang hidup disekeliling saya. SHE is ONE HAPPY GIRL!!!

Tapi sejatinya saya TIDAK bahagia, atau begitu menurut saya selama ini... dan ironisnya setiap kali berdoa, saya hanya ingin satu hal, ingin bahagia.... ( tentang doa ini akan saya bahas ditulisan saya selanjutnya ). Awalnya bermula dari saya merasa bahwa semuanya terjadi dengan "tidak adil" untuk saya. Hidup sendiri selalu tidak adil dengan saya.

Terlahir sebagai anak kedua yg sesungguhnya tidak diinginkan, karena orang tua saya menginginkan anak laki-laki sesudah memiliki anak perempuan sebagai anak pertama mereka dengan segala anggapan budaya yang menekan mereka untuk mempunyai anak laki-laki sebagai penerus nama keluarga, membuat saya selalu merasa tidak diinginkan. Lalu dengan kondisi lahirnya adik laki-laki saya yang berselisih hanya satu tahun jaraknya (Yang dinanti-nantikan), membuat saya selalu merasa disingkirkan. Saya tidak terlalu ingat dengan masa kecil saya, hanya saja saya mengingat bahwa saya cukup mandiri, saya semacam sadar bahwa perhatiannya bukan kepada saya, sehingga saya tumbuh dengan cukup mandiri :) . Orang tua saya selalu mengalamatkan bahwa saya bukan anak yang merepotkan, sakit saja tidak merepotkan. Merasa tidak diinginkan dan disingkirkan ini dua alasan mendasar kenapa saya tidak bahagia.

Lalu besar sebagai seorang anak perempuan saya juga selalu merasa, lagi-lagi, hidup tidak adil. Saya bukan anak perempuan yang cantik, cemerlang dan pandai, dibandingkan dengan kakak perempuan saya waktu itu yang cukup menjadi primadona, saya bukan apa-apa. Saya hanya satu anak gemuk yang selalu duduk di belakang kelas dan jarang berbicara (bahasa kerennya minder). Untuk menjadi juara kelas, saya harus benar benar berusaha keraaaaaaas. Tapi di masa ini saya juga jatuh cinta kepada musik.... Satu hal yang cukup menyita masa remaja saya, sehingga seharusnya saya cukup bahagia pada masa itu... dan cukup merasa tidak terlalu minder, bersahabat dengan banyak orang tapi sekali lagi tidak pernah merasa saya wanita tulen. Berpacaran, lalu tidak berhasil, dan selalu menyalahkan diri saya yang tidak cantik dan menarik. Tidak cantik dan Tidak menarik, dua alasan tambahan kenapa saya tidak bahagia

Seiring berjalannya waktu, saya tumbuh dewasa, dan saya pun tetap mempunyai mimpi-cita2. Seperti seorang yang naif, yang percaya asalkan saya bisa meraih mimpi itu saya pasti bahagia. Saya bermimpi untuk bisa menjadi penyanyi profesional, sekolah dibidang musik, punya lelaki yang tampan-baik hati dan menerima saya apa adanya (sekali lagi ini hanya mimpi :p), menikah di umur 27, mempunyai dua anak yg lucu2, dan meninggal BAHAGIA. But look at me, 29 tahun, single, masih bermusik tapi entah arah kemana, belum pernah sekolah musik (not even close). Mimpi2 itu seperti kandas satu persatu karena keadaan, budaya, kondisi keuangan, kondisi fisik. Tidak adil dan SAYA TIDAK BAHAGIA.

Sedikit intermezo, jangan melihat tulisan ini sebagai ungkapan tidak mensyukuri hidup. Anda belum selesai membaca :)). Saya sering sekali membandingkan kehidupan saya dengan orang-orang yang jauh dibawah saya, dan merasa bersyukur bahwa saya memiliki apa yang tidak mereka punya. But i'm only human, and we are born with being unhappy as an option. Dan hal itu akan saya jelaskan selanjutnya :)

Semua hal ini memukul saya akhir akhir ini. Sudah merasa tidak bahagia , saya bahkan mulai merasa sial!!! satu persatu kemalangan terjadi pada saya, dan saya mulai terpuruk dengan cara saya sendiri, karena saya berusaha untuk menutupinya. Berusaha terlalu keras hingga malangnya orang-orang disekitar saya yang merasakan efek buruknya. Saya berubah, menjadi grumpy, selalu berubah mood, dan tidak menyenangkan :(( (forgive me). Hingga akhirnya dua hari yang lalu saya sakit , dan sekali lagi saya merasa tidak ada yang memperhatikan saya, not even my family. Tidak tahu apa karena efek demam atau memang saya dapat pencerahan. Tapi saya berpikir.... why am i so miserable??? satu persatu alasan saya papar di kepala saya, saya telaah dalam keheningan, and it strike me *BAAAAAM!!!!!!! IT IS ME, I'M THE ONE WHO CHOOSE TO BE UNHAPPY!!!! Begitu banyak pilihan dan saya memilih pilihan itu, how stupid i am!! Malam itu saya berpikir keras herannya tanpa menangis hehe, saya memutuskan bahwa hal ini harus berhenti. Saya harus memulai membuat keputusan untuk BAHAGIA! and it was that simple. Saat saya bangun keesokan harinya, saya katakan kepada diri saya sendiri bahwa saya bahagia. Kondisi bahagia sudah saya tempatkan dari awal dalam diri saya, sehingga apapun yang terjadi saya tetap bahagia. Selama ini saya hanya menunggu kebahagiaan datang, menunggu hal yang saya inginkan datang, sehingga saya tidak bahagia. Karena seperti saya kutip dari Rolling Stones "You can't always get what you want!". Pagi itu saya terbangun dan SAYA BAHAGIA :D.

Tulisan ini saya buat bukan karena saya ingin berkeluh kesah. Bukan karena saya galau. Saya memutuskan untuk mulai menulis blog kembali karena moment ini sangat baik. Sebut saja ini adalah tempat untuk mengcapture momen bahagia saya, karena untuk saya ini adalah proses pembelajaran :D

"Being Happy is an option, a damn good one"



"NinaBONA"


8 comments:

  1. Percaya nggak Klar kalo aku mengalami momen ini kelas 1 SMA, thn 1998. Waktu itu aku baru aja pindah ke Surabaya, dari Lampung. Waktu itu bener2 my lowest point in my life! Kamu tau kan kondisi keluarga ku gimana. Dan sebenernya aku setuju untuk pindah ke Surabaya karena waktu itu mamaku punya cowok dan dia memilih cowok itu sehingga aku 'diungsikan' ke surabaya. Padahal ide utk sekolah ke Surabaya adalah dr papaku, yg sejak aku umur 5 thn kita sudah pisah. Jadi aku merasa 'dibuang' karena ada cowok barunya si mamah :( Trus aku mengalami cultural shock, dari Lampung yg notabene spt Jakarte, ke Surabaya yg bener2 Jowoisme hahaha. Merasa tidak punya teman, merasa dibuang mama, merasa asing serumah dengan kakak yg sudah lama tidak bertemu sejak aku kecil. Eh selang beberapa hari setelah Ospek di Carolus itu, mama telpon, mengabarkan dia sudah menikah lagi. DAMN, aku langsung nangis nggak karuan. AKu selalu nangis di kamar mandi, di bawah shower, biar nggak ada yg tau hehehehe
    pada waktu nangis itulah aku mengalami moment2 'pencerahan' spt kamu. aku merasa, bego banget kalo aku selama ini merasa anak paling menderita di dunia, korban broken home bla bla bla. And for the record, aku sempet 'terjebak dalam pergaulan tidak benar' waktu SMP, ngerokok, minum, dan suicidal attempt. Aku merasa, bego banget aku melakukan semua itu, krn aku merasa sedih kayak apapun, life still go on, hidup mereka semua masih happy dan masih berjalan kok. Nah sejak saat itu aku berubah. Jadi orang yang Pede, meskipun berbadan extra hahaha inget toh aku dulu SMA kayak gimana. Dan aku mulai keukeuh sama pendirian, mulai percaya, sangat percaya dengan kemampuan diri sendiri. Itu berlangsung bertahun-tahun sampai hari ini.
    Cuma ada sisi negatif dan positif dari 'kepercayaan' dan kekakuan ku itu. Aku terbiasa hanya mendengar yang ingin kudengar supaya melindungi perasaanku supaya tidak sedih. Jadi kalau ada orang atau bahkan saudara yang cerita atau meminta sesuatu yang 'menjerumuskan', aku pura 2 mendengar padahal masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. Jadinya banyak org yg menilaiku org yg dingin, tidak ekspresif. Kalo ada perasaan emosional, aku tekan sekuat2nya dalam hati. Ini jadi concern suamiku. pelan2 dia kasih tau kalo aku mesti lebih fleksibel. Halah ikutan curhat ini judule hahhaa. Yah pokoknya mau hepi, mau sedih, mau marah, itu semua bukan produk suasana atau kondisi, tapi produk pikiran kita sendiri kok

    -you know me-
    Zoo-sun

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha iya san, aku sadarnya telat... mungkin karena masa itu aku bener merasa happy ga ada beban, then life's happen!! singkat kata seperti yg aku cerita sih.... :)) sudah menjalani terapi ini bbrp hari dan cukup puas....hehehhehe

      Delete
  2. hoi opo iku maksude "primadona"??? ga salah tulis ta? hahahaha MARADONA be'e maksudmu :D

    barusan nonton film bagus banget, ttg seorg cewe yg di-vonis kena kanker dan umurnya cuma tinggal 6 bulan. Selama dia hidup dia selalu minder krn mmg dia cuma lulusan SMA tok, ga berani ngutarain pendapat, menutup diri, pokoknya dia memilih utk "tidak bersinar". Sampe dia tau vonis itu dia memutuskan utk "bersinar". Dia kluar dari kerjaannya dan ngelakuin semua yg dia mau. Belanja sepuasnya dan pake baju bagus, sepatu bagus, beraniin pdkt sama cowok, dll. Akhirnya dia pun BAHAGIA walaupun umurnya ga panjang. Emang sih klise tapi bagus jg inti ceritanya. Pelajaran yg bisa kuambil. Live your life for today like you won't have tomorrow! Dan itu jg berarti untuk selalu menjalaninya dengan bahagia! Hope your HAPPINESS stays! for a long long time! forever! Love you Sis and sorry for letting you being so unhappy all these times!

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah 50-50 lah antara primadona dan maradona :))

      apa judul filmnya? dlm bahasa apa nih? konsep nya menarik juga, tapi pasti mengangis darah nontonnya hahahhahahaha

      i also hope my happiness stays forever no matter what.... and it's not your fault fo me being unhappy, let's just say i choose the wrong option :) and now i know which the right one ... i hope you happiness also even though we're thousand miles apart

      pelukku dan ciumku untuk mu dan ayu..

      Delete
  3. pilem seri korea...hahaha u know lah...in the mood of korean lately...MANSE MANSE MANSE!!!

    nangis darah??? hmmm ga juga kok malah nontonnya jadi bahagia...ya terakhir2 sih rada2 mellow tapi normal lah. Judulnya "Scent of Woman" kalo ga salah. Aku suka bangetttttttttt sama aktornya. Mukanya ga kyk koko2 PA hahaha lol. namanya Lee Dong Wook. Lagi terobsesi sama dia @.@

    eh btw, blog kamu yg karina-bona diganti sm ini? aku lagi utak utik blog jg nih tp blm launching. pelan2 deh mau tak bagusin dulu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ealaaaaah film korea hehehehe... *searchLEEDONGWOK@google :D .. here is another one good drama 50-50 starring Joseph Gordon Levitt. lagi terobsesi sama joe hehehehehhehe

      iya blog ku ganti yg ini, although masih belom punya cukup waktu utk selalu bikin entry... but i'll try hahahahahahhaha

      mari menulis lagi.... onnie once said, if you do have time to tweet then supposedly you do have time to blog

      peluk dan ciumku untuk mu, steffen dan ayu

      Delete
  4. nah ini kenapa orang selalu terpaku pada tujuan hidup, pdhl menurutku hal yg paling penting dlm hidup itu adalah perjalanannya, happy atau gaknya tergantung kita mampu menikmati gak perjalanan hidup kita, kyk masa kuliahlah...bagiku itu adalah salah satu momen bahagia di hidupku, meski tugas bnyk, jarang tidur tp pd waktu itu kyknya kita enjoy2 aja tuh, karena kita jalaninnya jg dgn happy

    God not gives us what we want but He gives us what we need, liat film UP kan, God not gives us what we want...di film itu mereka WANT go to the waterfall, tmpt impian mereka waktu kecil, tp what happen apa yg mereka mau gak kesampaian, mulai dr pengen punya anak, pergi berdua ke tempat impian mreka, semuanya gak kesampaian, sampai ada adegan dimana si mr fredricksen liat buku jurnalnya istrinya yg isinya foto2 mreka berdua, dan di akhir halamannya ada tulisan thank you for this adventures, tuh kan meski si ellie gak kesampaian apa maunya, dia msh ngerasa HAPPY, life is adventure....bener banget slogan ini

    "jgn berpikir terlalu keras ttg masa lalu, hal itu bisa membawa air mata, jgn pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu bisa membawa ketakutan, hiduplah saat ini, hal itu akan membawa ketenangan" Budha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha seperti kena petir lihat aji nulis tentang sesuatu yg serius sepanjang ini hehehehe. I get the idea kok ji!! And been happy ever since :D. Thank you aji..


      Peluk dan ciumku untukmi

      Delete