
(photograph courtesy of Fernandus Anggara Sidjabat on behalf Adikarna and Pia)
"ga ah na.... long distance relationship itu ribet... cewek itu ribet..."
kira2 seperti itulah kalimat yg dicapkan sahabat ku, Adit, saat kita sedang membahas tentang seorang wanita yang saat ini telah menjadi pelabuhan hatinya..
Ya, ini memang klise tapi kisah cinta mereka berdua adalah contoh nyata dari ungkapan "Kalau Jodoh Tak Lari Kemana". Dimulai dari perkenalan mereka di salah satu radio di surabaya. Awalnya hanya teman biasa, bahkan tidak dekat, hanya teman biasa. Tidak tahu juga bagaimana mereka bisa dekat, tapi yang ku ingat adalah itu adalah saat saat sebelum keberangkatan pia ke jakarta. Saat pertama adit bercerita tentang pia, aku bilang "dia terlihat baik, aku suka gayanya yg cuek dan apa adanya, she seems honest", aku juga ingat mengatakan ini "you two will be perfect for each other" tapi toh karena pia harus berangkat ke jakarta, hal itu pupus begitu saja. Jarak adalah faktor utama mengapa mereka tidak melanjutkan hubungan mereka, dan aku rasa mereka pun tidak menyesalinya dan memutuskan untuk mengikuti alur kehidupan yang berjalan tanpa harus memaksa.
"When she is the ONE, I like to think that the whole universe is conspire to help me, help us to be together"
Satu lagi kalimat yang terucap oleh adit, which is kinda inspired me. Tapi sekali lagi hal itu memang bekerja untuk mereka berdua. Entah bagaimana walaupun terpisah jarak antara Surabaya dan Jakarta, mereka berdua tetap bertemu (tanpa direncanakan kurasa). Itu semua terjadi begitu saja.. Naturally... dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk memulai hubungan itu :). I'm not good with time.... entah berapa lama mereka menjalani LDR itu, yang kurasa tanpa hambatan yang berarti. Malah kupikir , adit merasa sangat nyaman menjalaninya, he is one extraordinary guy with his own way to live his life :)). hingga akhirnya takdir atau apapun itu yang membuat pia dan adit memutuskan bahwa pia akan kembali ke surabaya.
"Nanti akan jadi seperti apa ya?? aku sudah mulai terbiasa dengan LDR ini. Kalau pia kembali ke Surabaya, apa ga jadi ribet ya?"
His tought for that moment. Dan aku merasakan kekhawatirannya.. dan sejujurnya aku merasa takut. Well because i grew fond of them, being together. Dan aku mengerti adit, Ribet adalah satu hal yang tidak akan ada dihidupnya, atau dia tidak akan membiarkannya masuk dalam kehidupannya.. berbekal dari pengetahuan itu, tentu saja aku merasa takut, scared of the idea :them not being together. Tapi sekali lagi, toh hal itu tetap dijalani oleh mereka (tanpa ada paksaan) dan aku rasa mereka berdua sama2 belajar, sama2 mengalah, sama2 mengerti satu sama lain, sama2 memahami. Tidak mudah but hey they're through with that :). Dan Cinta itu bertahan, bahkan lebih besar, kurasa.
"Dengan tegas kunyatakan, kamu lah akhir perjuanganku!"
dan itu bukan kejutan untukku, aku tahu memang adit untuk pia dan pia untuk adit. melihat mereka berdua adalah hal yang sangat natural.. seperti pernikahan ini adalah hal yang sangat natural bagi mereka berdua, ,they are perfect for each other... IT WAS MEANT TO BE, the whole universe really is conspire for them both, and it's such a lovely conspire....
kudoakan cinta itu tetap bersemi
hingga senantiasa kalian bahagia
kudoakan cinta itu semakin indah
hingga tak bisa kalian pisahkan diri kalian darinya
kudoakan cinta itu bertahan
hingga tak kan lagi kalian merasa sendiri
kudoakan cinta itu selalu ada
hingga kan selalu ada tempat untuk pulang
kudoakan cinta itu mekar dan berbuah
hingga bukti cinta itu kan selalu ada
kudoakan cinta itu kan selalu terlihat di mata kalian
hingga kami pun boleh merasakannya
peluk dan ciumku untuk adit dan pia on their wedding
Nice story..
ReplyDelete