Sunday, February 26, 2012

My Best Friends Wedding...



(photograph courtesy of Fernandus Anggara Sidjabat on behalf Adikarna and Pia)


"ga ah na.... long distance relationship itu ribet... cewek itu ribet..."

kira2 seperti itulah kalimat yg dicapkan sahabat ku, Adit, saat kita sedang membahas tentang seorang wanita yang saat ini telah menjadi pelabuhan hatinya..
Ya, ini memang klise tapi kisah cinta mereka berdua adalah contoh nyata dari ungkapan "Kalau Jodoh Tak Lari Kemana". Dimulai dari perkenalan mereka di salah satu radio di surabaya. Awalnya hanya teman biasa, bahkan tidak dekat, hanya teman biasa. Tidak tahu juga bagaimana mereka bisa dekat, tapi yang ku ingat adalah itu adalah saat saat sebelum keberangkatan pia ke jakarta. Saat pertama adit bercerita tentang pia, aku bilang "dia terlihat baik, aku suka gayanya yg cuek dan apa adanya, she seems honest", aku juga ingat mengatakan ini "you two will be perfect for each other" tapi toh karena pia harus berangkat ke jakarta, hal itu pupus begitu saja. Jarak adalah faktor utama mengapa mereka tidak melanjutkan hubungan mereka, dan aku rasa mereka pun tidak menyesalinya dan memutuskan untuk mengikuti alur kehidupan yang berjalan tanpa harus memaksa.



"When she is the ONE, I like to think that the whole universe is conspire to help me, help us to be together"

Satu lagi kalimat yang terucap oleh adit, which is kinda inspired me. Tapi sekali lagi hal itu memang bekerja untuk mereka berdua. Entah bagaimana walaupun terpisah jarak antara Surabaya dan Jakarta, mereka berdua tetap bertemu (tanpa direncanakan kurasa). Itu semua terjadi begitu saja.. Naturally... dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk memulai hubungan itu :). I'm not good with time.... entah berapa lama mereka menjalani LDR itu, yang kurasa tanpa hambatan yang berarti. Malah kupikir , adit merasa sangat nyaman menjalaninya, he is one extraordinary guy with his own way to live his life :)). hingga akhirnya takdir atau apapun itu yang membuat pia dan adit memutuskan bahwa pia akan kembali ke surabaya.



"Nanti akan jadi seperti apa ya?? aku sudah mulai terbiasa dengan LDR ini. Kalau pia kembali ke Surabaya, apa ga jadi ribet ya?"

His tought for that moment. Dan aku merasakan kekhawatirannya.. dan sejujurnya aku merasa takut. Well because i grew fond of them, being together. Dan aku mengerti adit, Ribet adalah satu hal yang tidak akan ada dihidupnya, atau dia tidak akan membiarkannya masuk dalam kehidupannya.. berbekal dari pengetahuan itu, tentu saja aku merasa takut, scared of the idea :them not being together. Tapi sekali lagi, toh hal itu tetap dijalani oleh mereka (tanpa ada paksaan) dan aku rasa mereka berdua sama2 belajar, sama2 mengalah, sama2 mengerti satu sama lain, sama2 memahami. Tidak mudah but hey they're through with that :). Dan Cinta itu bertahan, bahkan lebih besar, kurasa.



"Dengan tegas kunyatakan, kamu lah akhir perjuanganku!"

dan itu bukan kejutan untukku, aku tahu memang adit untuk pia dan pia untuk adit. melihat mereka berdua adalah hal yang sangat natural.. seperti pernikahan ini adalah hal yang sangat natural bagi mereka berdua, ,they are perfect for each other... IT WAS MEANT TO BE, the whole universe really is conspire for them both, and it's such a lovely conspire....



kudoakan cinta itu tetap bersemi
hingga senantiasa kalian bahagia
kudoakan cinta itu semakin indah
hingga tak bisa kalian pisahkan diri kalian darinya
kudoakan cinta itu bertahan
hingga tak kan lagi kalian merasa sendiri
kudoakan cinta itu selalu ada
hingga kan selalu ada tempat untuk pulang
kudoakan cinta itu mekar dan berbuah
hingga bukti cinta itu kan selalu ada
kudoakan cinta itu kan selalu terlihat di mata kalian
hingga kami pun boleh merasakannya




peluk dan ciumku untuk adit dan pia on their wedding

Wednesday, February 22, 2012

He lingers


I walk away
I walk away
But he lingers

And everyone says
This love will change you
Well I ask, does anything ever stay the same
No, no, no
Just same changes


Same changes by The Weepies

Friday, February 10, 2012

Being HAPPY is an Option

Mungkin kalau anda mengenal saya, pasti akan merasa kalau saya satu manusia yang bahagia. Coba lihat saja bentuk garis muka yg chubby dan senyum yang terlalu sering mengembang di wajah saya. Bahkan pernah salah seorang kawan saya membuat pernyataan, "kamu mana pernah punya masalah? kan kamu selalu haha hihi." Tampak nya anggapan ini disetujui oleh sejumlah besar orang yang hidup disekeliling saya. SHE is ONE HAPPY GIRL!!!

Tapi sejatinya saya TIDAK bahagia, atau begitu menurut saya selama ini... dan ironisnya setiap kali berdoa, saya hanya ingin satu hal, ingin bahagia.... ( tentang doa ini akan saya bahas ditulisan saya selanjutnya ). Awalnya bermula dari saya merasa bahwa semuanya terjadi dengan "tidak adil" untuk saya. Hidup sendiri selalu tidak adil dengan saya.

Terlahir sebagai anak kedua yg sesungguhnya tidak diinginkan, karena orang tua saya menginginkan anak laki-laki sesudah memiliki anak perempuan sebagai anak pertama mereka dengan segala anggapan budaya yang menekan mereka untuk mempunyai anak laki-laki sebagai penerus nama keluarga, membuat saya selalu merasa tidak diinginkan. Lalu dengan kondisi lahirnya adik laki-laki saya yang berselisih hanya satu tahun jaraknya (Yang dinanti-nantikan), membuat saya selalu merasa disingkirkan. Saya tidak terlalu ingat dengan masa kecil saya, hanya saja saya mengingat bahwa saya cukup mandiri, saya semacam sadar bahwa perhatiannya bukan kepada saya, sehingga saya tumbuh dengan cukup mandiri :) . Orang tua saya selalu mengalamatkan bahwa saya bukan anak yang merepotkan, sakit saja tidak merepotkan. Merasa tidak diinginkan dan disingkirkan ini dua alasan mendasar kenapa saya tidak bahagia.

Lalu besar sebagai seorang anak perempuan saya juga selalu merasa, lagi-lagi, hidup tidak adil. Saya bukan anak perempuan yang cantik, cemerlang dan pandai, dibandingkan dengan kakak perempuan saya waktu itu yang cukup menjadi primadona, saya bukan apa-apa. Saya hanya satu anak gemuk yang selalu duduk di belakang kelas dan jarang berbicara (bahasa kerennya minder). Untuk menjadi juara kelas, saya harus benar benar berusaha keraaaaaaas. Tapi di masa ini saya juga jatuh cinta kepada musik.... Satu hal yang cukup menyita masa remaja saya, sehingga seharusnya saya cukup bahagia pada masa itu... dan cukup merasa tidak terlalu minder, bersahabat dengan banyak orang tapi sekali lagi tidak pernah merasa saya wanita tulen. Berpacaran, lalu tidak berhasil, dan selalu menyalahkan diri saya yang tidak cantik dan menarik. Tidak cantik dan Tidak menarik, dua alasan tambahan kenapa saya tidak bahagia

Seiring berjalannya waktu, saya tumbuh dewasa, dan saya pun tetap mempunyai mimpi-cita2. Seperti seorang yang naif, yang percaya asalkan saya bisa meraih mimpi itu saya pasti bahagia. Saya bermimpi untuk bisa menjadi penyanyi profesional, sekolah dibidang musik, punya lelaki yang tampan-baik hati dan menerima saya apa adanya (sekali lagi ini hanya mimpi :p), menikah di umur 27, mempunyai dua anak yg lucu2, dan meninggal BAHAGIA. But look at me, 29 tahun, single, masih bermusik tapi entah arah kemana, belum pernah sekolah musik (not even close). Mimpi2 itu seperti kandas satu persatu karena keadaan, budaya, kondisi keuangan, kondisi fisik. Tidak adil dan SAYA TIDAK BAHAGIA.

Sedikit intermezo, jangan melihat tulisan ini sebagai ungkapan tidak mensyukuri hidup. Anda belum selesai membaca :)). Saya sering sekali membandingkan kehidupan saya dengan orang-orang yang jauh dibawah saya, dan merasa bersyukur bahwa saya memiliki apa yang tidak mereka punya. But i'm only human, and we are born with being unhappy as an option. Dan hal itu akan saya jelaskan selanjutnya :)

Semua hal ini memukul saya akhir akhir ini. Sudah merasa tidak bahagia , saya bahkan mulai merasa sial!!! satu persatu kemalangan terjadi pada saya, dan saya mulai terpuruk dengan cara saya sendiri, karena saya berusaha untuk menutupinya. Berusaha terlalu keras hingga malangnya orang-orang disekitar saya yang merasakan efek buruknya. Saya berubah, menjadi grumpy, selalu berubah mood, dan tidak menyenangkan :(( (forgive me). Hingga akhirnya dua hari yang lalu saya sakit , dan sekali lagi saya merasa tidak ada yang memperhatikan saya, not even my family. Tidak tahu apa karena efek demam atau memang saya dapat pencerahan. Tapi saya berpikir.... why am i so miserable??? satu persatu alasan saya papar di kepala saya, saya telaah dalam keheningan, and it strike me *BAAAAAM!!!!!!! IT IS ME, I'M THE ONE WHO CHOOSE TO BE UNHAPPY!!!! Begitu banyak pilihan dan saya memilih pilihan itu, how stupid i am!! Malam itu saya berpikir keras herannya tanpa menangis hehe, saya memutuskan bahwa hal ini harus berhenti. Saya harus memulai membuat keputusan untuk BAHAGIA! and it was that simple. Saat saya bangun keesokan harinya, saya katakan kepada diri saya sendiri bahwa saya bahagia. Kondisi bahagia sudah saya tempatkan dari awal dalam diri saya, sehingga apapun yang terjadi saya tetap bahagia. Selama ini saya hanya menunggu kebahagiaan datang, menunggu hal yang saya inginkan datang, sehingga saya tidak bahagia. Karena seperti saya kutip dari Rolling Stones "You can't always get what you want!". Pagi itu saya terbangun dan SAYA BAHAGIA :D.

Tulisan ini saya buat bukan karena saya ingin berkeluh kesah. Bukan karena saya galau. Saya memutuskan untuk mulai menulis blog kembali karena moment ini sangat baik. Sebut saja ini adalah tempat untuk mengcapture momen bahagia saya, karena untuk saya ini adalah proses pembelajaran :D

"Being Happy is an option, a damn good one"



"NinaBONA"


Thursday, February 9, 2012

Here We Go Again

WOW!!! akhirnya memutuskan kembali untuk menulis blog :))
after all this year, rasanya memang butuh tempat curahan hati .. so here we go again ...